Berbagi Mimpi (versi suka-suka)

About Me   

Versi suka-suka tulisan sahaya, Wawan, seorang blogger full time di Berbagi Mimpi, penerjemah, dan mahasiswa. Sistem kerja saya adalah dialektika ini: Karena mikir (=kepikiran) membikin ngantuk, saya pun ngomong, tapi karena saat ngomong saya cenderung jadi nggak mikir, maka saya pun menulis. Saya bikin indomie buat ngrayu istri, dan bikin spaghetti buat ngrayu anak.

twitter.com/WawanAsli:

    Aku lempar bola ke seberang sana dan langsung dia lempar balik dengan pukulan keras tapi bisu… http://wp.me/s3pspP-1095

    Aku lempar bola ke seberang sana
    dan langsung dia lempar balik
    dengan pukulan keras tapi bisu
    dibungkam jemari ombak mencabik.

    View Post

    — 1 year ago

    Aku ini aroma sangit
    dari korslet sajak terlilit.

    — 1 year ago

    #puisi 

    Aku ini ruap belerang
    Dari syair yang terulang.

    — 1 year ago

    #puisi 

    jangan lupa, dia tanaman kecil
    dari tonggak yang tercampak. 

    jangan lupa, ini tanah surga
    dan dia bisa tumbuh semaunya

    tanaman lain membantunya
    dengan membuka jalan surya

    tanaman lain tidak membantu
    dengan menyuap unsur hara

    — 1 year ago with 1 note

    #puisi 
    Mr. Rogers, Semacam Kak Seto, Tapi Mungkin Lebih Fokus →

    Dari sebuah perkenalan kebetulan waktu menemani anak nonton TV Sabtu pagi, saya mengejar lebih lanjut sosok Fred Rogers. Tentu saja, seperti banyak hal-hal menarik dan menantang dalam hidup saya, ketertarikan saya dipicu oleh musik.

    Mr. Rogers—begitu sosok Fred Rogers ditampilkan dalam acara TV anak-anak Mr. Rogers’ Neighborhood—menyanyikan lagu yang sangat catchy baik bunyi maupun isi. Begini baris-baris yang sangat menarik saya: “Did you ever grow anything in the garden of your mind? You can grow ideas, in the garden of your mind …. It’s good to be curious.” Tentu, saat menganggur dan teringat, saya google lirik ini. Maka ketemulah video ini.  

    Belakangan, saya ketemu informasi lebih lanjut tentang beliau (saya link-nya saya kasih di judul postingan ini). Ternyata, dia seorang pendidik anak, seorang pendeta Presbiteranian (yg dilantik untuk mengabdi dalam hal pendidikan anak lewat media :D), dan seorang lulusan jurusan Penggubahan Musik. Ah, pantas saja, musiknya catchy dan liriknya mendidik. Bahkan, di link itu ketahuan bahwa dia mendapat berbagai penghargaan dan berperan aktif sangat besar dalam pendidikan anak di negeri Aa’ Syam. 

    Sebagai seorang yang hidup di dua dunia, tentu saja saya langsung menghubungkan dengan dunia asal saya. Siapa ya orang di Indonesia yang kira-kira sampai begini kiprahnya? Terpikir oleh saya: Kak Seto. Beliau ini sejak tahun 80-an sudah aktif dalam acara-acara hiburan anak, pendidikan anak, psikologi anak dll. Si Komo adalah salah satu masterpiece yg tidak bisa tidak pasti tertinggal di benak anak-anak yang sempat melintasi dekade 90-an (meskipun tidak pernah benar-benar melihat acaranya sendiri, yg ditayangkan pagi hari). Setiap ada kasus yang melibatkan anak—anak kecil hilang, anak kecil merokok, anak kecil suka memanjat menara—Kak Seto seringkali terlibat. 

    Mungkin padanannya kak Seto. Tapi, kalau dipikir-pikir, apa Kak Seto seaktif dan sekontinyu Mr. Rogers ini ya? Yang jelas, Kak Seto tidak punya acara TV yang bertahan sampai tiga dekade lebih—Mr. Rogers mengawali acaranya pada tahun 60-an dan mengakhiri syuting pada tahun 2000. Tapi, mungkin saja Kak Seto lebih kontinyu di bidang lain? Di bidang psikologi anak, mungkin? Mungkin dia punya kolom entah di majalah apa begitu yang terus-terusan dia kelola? Mungkin Kak Seto kontinyu dalam “turun tangan” dalam segala masalah nasional yang melibatkan anak—terutama yang sampai diliput media. Ah, butuh riset khusus untuk menjawab ini.

    Cita-cita saya dalam waktu dekat: menerjemahkan artikel di situs biography.com itu. Atau, apa Anda mau mendahului saya? :D

    — 1 year ago